Memanfaatkan sabut kelapa dan lateks karet seoptimal mungkin. Di Indonesia saat ini belum banyak perusahaan yang memproduksi serat sabut kelapa keriting. Untuk mengolah sabut kelapa menjadi serat keriting, kulit kelapa yang kering digiling dengan mesin pemecah sabut untuk diambil seratnya. Selanjutnya serat gilingan disortir untuk memisahkan serat kasar dan halus.
Setelah dipisah, serat kasar digiling ulang, sedang serat halus dipintal membentuk semacam tambang. Hasil pintalan serat dioven selama 4 jam dalam suhu 800 Celcius. Usai dioven, pintalan kering diperam selama 24 jam. Lalu, pintalan yang telah diperam dibongkar atau diurai kembali untuk menjadi serat keriting.kulit buah kelapa (tepes) yang awalnya limbah mampu diolah menjadi Serat Sabut Kelapa Keriting Berkaret Alam (Sebutret) atau dikenal dengan Rubberized Coir (RC).
Inovasi di atas mampu menyediakan lapangan kerja, sekaligus meningkatkan nilai kulit kelapa. Bagi sebagian kalangan, istilah Sebutret masih terasa asing. Hal itu sangat wajar karena kulit kelapa hanya dimanfaatkan sebagai pengganti kayu bakar. Selain itu, ada yang mengolah kulit kelapa menjadi sapu, kesed, sikat, tali, dan barang anyaman lain.
Kami adalah perusahaan pengolahan Serat Sabut Kelapa dan Karet. Sebutret merupakan jenis produk dasar yang bisa menjadi berbagai jenis produk. Kami telah mengembangkan bahan dasar Sebutret (sabut kelapa berkaret) menjadi berbagai produk jadi, diantaranya:
- Coco Sheet
- Kasur
- Jok Mobil / Motor
- Aneka Kerajinan Tangan (Tas, Sandal, Set CocoPot dll)
- Dan Produk lainnya yang di sesuaikan dengan kebutuhan.
Untuk informasi tentang produk dan cara pemesanannya, silahkan anda menghubungi customer service kami. CS. SKARLUXINDO = WA.085292846655 (Akhmad Rizali)
atau kunjungi website kami di https://www.hampiri.com/



Tidak ada komentar:
Posting Komentar